News

Kenapa Bulan Zulkaidah Disebut Waktu Terbaik Umrah? Ini Alasannya

by ADMIN cstubita@gmail.com on May 06, 2026

Kenapa Bulan Zulkaidah Disebut Waktu Terbaik Umrah? Ini Alasannya - TUBITA

Seringkali, saat merencanakan umroh, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah soal waktu terbaik untuk berangkat. Salah satu hal yang dipertimbangkan adalah persoalan musim. 

Ada yang memilih berangkat di musim dingin karena dinilai lebih sejuk dan nyaman untuk ibadah fisik. Di sisi lain, ada juga yang mempertimbangkan musim panas karena biayanya cenderung lebih terjangkau. Lalu, musim semi dan musim gugur kerap dianggap sebagai waktu yang paling ideal karena cuacanya lebih bersahabat. 

Namun, di balik semua pertimbangan tersebut, ada satu waktu yang dinilai istimewa untuk melaksanakan umroh, yakni bulan Zulkaidah

Kenapa Bulan Zulkaidah Sering Disebut Waktu Terbaik Umroh?

Sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam kalender Islam, Zulkaidah adalah bulan yang memiliki nilai istimewa karena menjadi saksi berbagai peristiwa besar, termasuk umroh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

اعْتَمَرَ رَسُوْلُ اللَّهُ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ: عُمْرَة مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَة مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَة مِنَ الْجِعْرَانَةِ، وَعُمْرَة مَعَ حَجَّتِهِ

Artinya: “Rasulullah melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah, yaitu umrah dari Hudaibiyah di bulan Dzulqa’dah; satu umrah pada tahun berikutnya pada bulan Dzulqa’dah; satu umrah dari Ji’ranah; dan umrah bersama hajinya.” (HR Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah paling sering melaksanakan umroh di bulan Zulkaidah. Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepatutnya kita berusaha meneladani apa yang beliau contohkan, termasuk dalam hal memilih waktu beribadah. 

Namun, memilih waktu berangkat hanyalah satu bagian dari keseluruhan persiapan.

Persiapan Umroh Tidak Hanya Soal Jadwal

Umroh adalah ibadah yang menuntut kesiapan, baik secara fisik maupun mental. Hal ini karena umroh bukan perjalanan singkat, karena melibatkan rangkaian aktivitas yang cukup padat, dari dari berjalan kaki dalam jarak jauh, berdesakan di waktu tertentu, hingga berpindah tempat dalam kondisi cuaca yang bisa berubah. 

Oleh karena itu, persiapan umroh sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Selain menjaga kondisi tubuh, perlengkapan yang digunakan selama ibadah juga perlu diperhatikan dengan baik.

Hal yang sering dianggap sepele, justru bisa berpengaruh besar di lapangan. Salah satunya adalah pakaian.

Pentingnya Memilih Pakaian Umroh yang Nyaman

Pakaian umroh yang baik tidak hanya sesuai syariat, tetapi juga mendukung mobilitas selama beraktivitas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Bahan ringan dan tidak panas
  • Mudah menyerap keringat
  • Tidak ribet saat digunakan
  • Tetap nyaman dipakai dalam waktu lama

Salah satu pilihan yang banyak digunakan adalah abaya. Modelnya simpel, longgar, dan praktis, sehingga memudahkan bergerak tanpa perlu banyak penyesuaian.

Namun, tidak semua abaya memberikan kenyamanan yang sama. Pemilihan bahan dan detail sangat berpengaruh, terutama jika digunakan seharian.

Abaya yang ideal bukan hanya terlihat bagus, tapi juga:

  • Ringan saat dipakai
  • Tidak membuat gerah
  • Tetap nyaman untuk aktivitas panjang

Melihat pentingnya kenyamanan selama ibadah, abaya Tubita dirancang dengan fokus pada fungsi dan kemudahan digunakan. Materialnya ringan, tidak gerah, dan tetap nyaman dipakai sepanjang hari. Dengan begitu, setiap rangkaian ibadah bisa dijalani dengan lebih tenang tanpa terganggu hal-hal kecil yang seharusnya bisa dihindari.