News

Arab Saudi Terapkan Smart Crowd System di Masjidil Haram Jelang Ramadan

by ADMIN cstubita@gmail.com on Jan 26, 2026

Arab Saudi Terapkan Smart Crowd System di Masjidil Haram Jelang Ramadan - TUBITA

Jelang Ramadan, arus jamaah dari berbagai penjuru dunia mulai memadati kawasan Masjidil Haram di Makkah. Untuk memastikan aktivitas ibadah tetap berjalan aman dan nyaman di tengah lonjakan pengunjung, Arab Saudi resmi menerapkan Smart Crowd System.

Smart Crowd System adalah sistem berbasis teknologi pintar yang dapat memantau arus jamaah secara langsung di seluruh akses masjid. 

Dilansir dari Gulf News, penerapan sistem ini bertujuan memperkuat manajemen kerumunan menjelang lonjakan jamaah, khususnya pada bulan Ramadan dan musim Haji. Melalui data real-time, petugas dapat mengenali titik rawan kemacetan, mengatur pergerakan jamaah, serta menjaga arus pejalan kaki tetap lancar.

Dengan dukungan sistem ini, pengelolaan kerumunan menjadi lebih responsif, terutama pada momen-momen puncak seperti salat berjamaah, malam tarawih, hingga lonjakan jamaah umrah yang memadati masjid. 

Selain itu, menurut Arab News, Smart Crowd System diterapkan di gerbang dan koridor Masjidil Haram untuk memantau pergerakan jamaah. Kehadiran teknologi ini tidak hanya membantu petugas mengawasi arus pengunjung, tetapi juga menciptakan suasana ibadah yang lebih aman dan nyaman bagi para peziarah.

Sistem ini juga menjadi bagian dari visi besar Arab Saudi dalam menghadirkan teknologi cerdas bagi pengelolaan Dua Masjid Suci yang berfokus untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pengalaman jamaah.

Penerapan Smart Crowd System sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan ketertiban dan keselamatan dalam beribadah, khususnya di Masjidil Haram. Islam mengajarkan agar setiap muslim menjaga diri dan tidak menimbulkan bahaya bagi orang lain.

Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٩٥

"Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Ayat ini menjadi landasan bahwa mencegah bahaya adalah bagian dari nilai utama dalam Islam, sejalan dengan penerapan sistem pengelolaan kerumunan modern.

Namun, kekhusyukan dalam beribadah tidak hanya ditunjang oleh pengelolaan kerumunan yang baik, tetapi juga oleh kesiapan pribadi setiap jamaah. Salah satunya tercermin dari pakaian yang dikenakan saat beribadah.

Dalam Islam, berpakaian sopan, bersih, dan nyaman dianjurkan agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih fokus dan penuh penghormatan, terlebih di tempat suci seperti Masjidil Haram.

Bagi jamaah perempuan, abaya menjadi salah satu pilihan busana yang kerap dikenakan saat beribadah di Tanah Suci. Selain memenuhi syariat dalam menutup aurat, abaya yang dirancang dengan bahan ringan dan potongan nyaman dapat membantu jamaah bergerak lebih leluasa di tengah kerumunan.

Tubita merancang koleksi busana modest yang berfokus pada kenyamanan jamaah umrah dan haji. Dengan desain sederhana, bahan ringan, dan potongan fungsional, abaya Tubita membantu menciptakan pengalaman ibadah yang lebih tenang dan nyaman.

Lihat koleksi abaya Tubita di sini